Kaos PMR SMP Negeri 1 Cawas, jemaat GKJ Cawas, ibu-ibu PWJ Jonggo Dukuhan, sampai kelompok wanita tani Nanggulan dikerjakan di workshop kami di Jeto, Gaden, Trucuk. Desain bisa didiskusikan lewat WhatsApp, dan untuk area Klaten kaos bisa diantar langsung. Melayani juga seluruh Klaten dan pengiriman ke seluruh Indonesia.
Cawas memang bukan tetangga terdekat workshop kami. Tapi dari sekolah, gereja, sampai kelompok tani, pesanan dari Cawas terus datang, dan semuanya dikerjakan dengan standar yang sama.
Kaos PMR SMP Negeri 1 Cawas dan ESFACA didesain oleh siswanya sendiri, termasuk motto Italia siamo tutti fratelli. Kami menjadi jembatan supaya desain itu jadi kaos yang bisa dipakai.
Di satu kaos PMR ada dua teknik: plastisol untuk desain yang sama di punggung, DTF untuk 56 nama yang berbeda di depan. Kami pilih yang paling masuk akal, bukan yang paling mahal.
Jemaat GKJ Cawas, ibu-ibu PKK, kelompok wanita tani, sampai panitia turnamen bola. Semua komunitas dan kepercayaan disambut tanpa membeda-bedakan.
Untuk area Klaten, kaos bisa diantar langsung. Diskusi desain cukup lewat WhatsApp, dan kamu tetap boleh mampir ke Jeto kalau ingin lihat contoh hasil dulu.
Enam pesanan dari Cawas yang tercatat di koleksi kami. Klik untuk lihat foto dan cerita lengkapnya.
Kaos anggota PMR Madya menjelang lomba, didesain anak-anak sendiri dengan motto Palang Merah siamo tutti fratelli: kita semua saudara. Plastisol di punggung, DTF untuk nama di depan.
Kaos Children of God untuk jemaat GKJ Cawas: gambar Yesus merangkul anak-anak dengan pesan yang sederhana dan hangat.
Seragam ibu-ibu PKK RW 08 Desa Karangasem dengan monogram PWJ bergaya script. Lengan panjang model belah samping supaya tidak pres di pinggang.
Seragam kelompok wanita tani dengan ilustrasi ibu-ibu bercaping di bedengan sayur dan semboyan Nanggulan Unggul, Nanggulan Makmur. Green army combed 24s untuk kerja di kebun.
Kaos panitia turnamen sepak bola kampung, dengan tulisan Sepak Bola Selalu dan Putra Matador di punggung. Plastisol di atas cotton combed yang nyaman dipakai seharian di lapangan.
Kaos angkatan santri dengan huruf graffiti toska, masing-masing bernomor 01 sampai 20. Satu anak, satu angka, tidak ada yang kembar.
Desain yang sama untuk semua orang paling awet dengan plastisol, sedangkan nama dan nomor yang berbeda lebih efisien dengan DTF. Perbandingan lengkap plastisol, DTF, dan rubber ada di halaman Sablon Klaten. Setiap kaos juga mendapat QR Living Garment gratis, cara kerjanya ada di Apa itu Living Garment.
Dari Cawas, cukup kirim desainnya lewat WhatsApp.