Living Garment adalah QR unik yang tertanam di setiap kaos Blumbang ID — mencatat setiap kota yang pernah disinggahi kaosmu, bukan sekadar dari mana ia dibuat. Salah satu penerap paling awal konsep ini di Indonesia, dari studio kecil di Klaten.
Banyak brand pakai QR untuk cerita asal-usul produksi. Living Garment mengambil arah sebaliknya — menunjuk ke depan, ke perjalanan pemiliknya setelah kaos itu dipakai.
Bukan cerita dari mana kaos ini berasal, tapi ke mana saja ia sudah pergi bersama pemiliknya.
Tidak ada biaya tambahan sekarang atau nanti. Sudah termasuk di setiap kaos, tanpa syarat.
Cukup kamera HP bawaan. Scan, halaman perjalanan langsung terbuka di browser.
Datanya jadi cerita pribadi pemilik kaos — bukan sekadar katalog milik brand.
Setiap kaos yang diproduksi Blumbang ID otomatis mendapat QR unik miliknya sendiri — tidak perlu diminta terpisah.
Saat pertama kali dipindai, titik lokasi itu tersimpan sebagai awal perjalanan kaos tersebut.
Setiap kali dipindai di kota atau negara baru, satu titik baru ditambahkan ke peta perjalanan kaos itu.
Pemilik bisa menambahkan foto atau catatan singkat ke halaman perjalanan kaosnya — arsip hidup miliknya sendiri.
Kaos yang lahir di Jeto, Klaten sudah menyimpan jejaknya sampai ke Seychelles dan Tokyo. Peta ini terus bertambah setiap kali ada scan baru — datanya langsung, bukan angka yang dicatat manual.
Daftar lengkap dan lokasi terbaru selalu bisa dilihat langsung di peta perjalanan.
Blumbang ID berdiri 2022. Living Garment baru diperkenalkan 2026 — bukan lambat, memang sengaja begitu.
Blumbang ID berdiri di Jeto, Klaten. Fokus pertama: kualitas jahitan dan sablon, bukan mengejar volume order.
Tiga tahun dipakai menguji bahan, teknik sablon, dan kapasitas produksi secara internal sebelum konsep identitas kaos ini dipikirkan matang-matang.
Sistem QR yang menyimpan perjalanan pemilik kaos resmi diperkenalkan — gratis selamanya, tanpa buru-buru dan tanpa syarat tersembunyi.
Setiap kaos dari Blumbang ID otomatis punya Living Garment. Gratis selamanya.